ANAK INDONESIA ( SUDAH ) PINTAR ( ??? )

<div class="wp-caption alignnone" style="width: 458px"( foto dari : Berita Jakarta )

( foto dari : Berita Jakarta )

” Mari kita sambut … Vierra !!! ” ujar 2 pembawa acara itu secara bersamaan. Tak lama, para personel band pun muncul satu persatu. Seolah dikomandoi, para penonton yang rata-rata duduk di bangku sekolah menengah itu ….

Hooooppp …
Mari kita pause di situ.

Ramainya acara-acara TV yang bertajuk peringkat musik dengan menghadirkan musisi yang sedang naik daun, mungkin menghadirkan keuntungan untuk pihak TV, pembawa acara, dan naiknya rating RBT para musisi tersebut.
Tapi dibalik itu semua, ada satu sisi ( yang menurut gw ) gelap.
Bukan! Bukan artinya acara TV jadi monoton itu-itu aja.
Tapi penontonnya.
Kenapa penontonnya? Bukannya mereka pastinya senang bisa ketemu sama artis-artis pujaannya?
Bukan itu.
Coba kita perhatiin, berapa sih umur anak-anak itu? Paling juga umur belasan. Ring a bell ?

Ya, anak sekolah! Di jam sekolah! Tidak berada di sekolah!

Terlepas dari bukti bahwa ( mungkin ) mereka sekolah siang, well setidaknya bukankah mereka seharusnya bersiap diri sebelum berangkat sekolah? Sedikit membuka-buka buku pelajaran? Mempersiapkan PR atau tugas? Atau mungkin membantu orang tua di rumah sebelum pergi sekolah?

Sekarang mari kita kembali ke layar kaca, lihatlah mereka! Buat gw, mereka tampak dungu dengan gerakan konyol yang serempak. Dengan ” kostum “ bodoh yang menurut mereka paling keren sedunia! Bukankah di balik gerakan dan pakaian itu jelas terlihat wajah-wajah yang ( sebenarnya ) lugu. Yang mungkin lebih pantas memakai baju seragam sekolah.
Seharusnya mereka berada di kelas!
Belajar!
Bukan senam tolol!

Ok, itu di waktu pagi hari, bagaimana dengan siang hari?
Acara-acara seperti kuis menebak lirik, talkshow remaja, dan lain sebagainya. Yang ( lagi-lagi ) melibatkan anak sekolah sebagai penonton.
Hey, bukankah seharusnya kalian mengulang kembali pelajaran tadi di rumah? Atau mungkin lebih baik kalian tidur siang, supaya nanti malam kalian bisa belajar atau menyiapkan PR? Dan buat yang tadi dengan alasan sekolah siang, sekarang apa alasannya?

Untuk malam hari, gw sedikit kaget waktu seorang pemain dari sebuah acara komedi dengan bangga mengumumkan bahwa penontonnya adalah rombongan dari salah satu sekolah menengah kota Bandung, dan sebuah acara talkshow yang kedatangan penonton dari sekolah menengah kejuruan Jakarta.
Kapan kalian belajar, dik?!
Apalagi yang jauh-jauh datang ke stasiun di Jakarta dari luar kota. Kapan kalian istirahat? Sudahkah membuat PR? Besok kalian sekolah!

* inhale … exhale … goosfrabaaaaa … zen! *

Siapa sih yang salah?
Apa yang salah?

Hey, para pekerja pertelevisian Indonesia, dengan acara yang jauh lebih mendidik, gw rasa, bukan berarti kalian akan kehilangan rating! Apalah artinya rating jika negara kita semakin bodoh! ( Hoy, ini juga berlaku buat lo, sinetron )
Pemerintah, ah, mungkin gw sedikit pasrah untuk minta bantuan dari mereka. Bukannya skeptis, tapi melihat kinerja para wakil rakyat yang kerjaannya tidur atau titip absen, gw rasa argumen gw cukup beralasan.
Buat para guru, perbekal diri kalian dengan lebih hebat lagi. Supaya anak-anak betah belajar. Ah, gaji kecil jangan dijadikan alasan. Gaji kecil itu hanyalah permainan mereka yang duduk ongkang-ongkang kaki. Tai Kucing!. Sudahlah, ini perjuangan kalian untuk memperpandai bangsa. Gaji boleh kecil, bos! Tapi kalau kalian ikhlas, Gw yang berani tarohan, Surga lah gaji kalian nanti! Pasti!

Ah sudahlah! Gw bukan orang hebat ko. Gw cuman sok jagoan. Gw juga sebenernya ga tau harus gimana. Bukan menggurui, karena gw juga ga pinter2 amat.
Tapi, buat adik-adik sekolah yang rajin nongol di TV, tolonglah ‘dik! Pas nanti gw mulai tua, mungkin salah satu dari kalian yang jadi presiden nanti.
Apa? Amin?
Ngga’ cukup kalo cuman ” Amin ” doang! Kalian harus belajar! Pintar!
Jangankan jadi presiden, bisa lulus sekolah aja kalian udah sukur kalo kerjaan tiap hari cuman nonton itu-itu lagi.

Ayo anak Indonesia! Pintarlah kalian!

Demi Indonesia yang PINTAR!

Categories: celotehsierik, sierikdanrealita | Leave a comment

SOMEDAY,I’LL SEND THIS LETTER TO MY SON!

Nak….., menjadi ayah itu indah dan mulia, dengan itu aku bangga. Besar kecemasanku menanti kelahiranmu dulu belum hilang hingga saat ini. Kecemasan yang besar dan indah itu karena didasari sebuah cinta. Meskipun demikian, ketahuilah, menjadi ayah itu berat dan sulit. Tapi ku akui, betapa sepanjang masa kehadiranmu disisiku, aku seperti menemui makna keberadaanku dan tugas kebapakanku terhadapmu. Sepanjang masa keberadaanmu adalah suatu masa terindah dan paling aku banggakan dihadapan siapapun. Bahkan dihadapan Tuhan sekalipun aku membanggakanmu ketika aku duduk berduaan denganmu dihadapanNya, hingga saat usia senja menanti.

Nak…. ., saat pertama engkau hadir, kucium dan kupeluk engkau sebagai buah cintaku dan cinta ibumu. Sebagai bukti dan pengikat bahwa aku dan ibumu tak akan pernah terpisahkan oleh apapun dan siapapun. Tapi…., seiring waktu berjalan, ketika engkau tumbuh besar dan telah pula pandai bicara, ketika engkau telah mampu membantah suruhanku dengan kata “ ‘NGGA AH “ tersentak didadaku…! Hingga membuat diriku tersadarkan siapa engkau sesungguhnya…… Engkau ternyata bukan milikku, bukan pula milik istriku ibumu, engkau adalah milik Allah yang dititipkan kepadaku. Dari itu tak ada hakku menuntut pengabdian darimu. Karena pengabdian sesungguhnya hanya patut untukNya.

Sejak saat itu, satu-satunya usahaku adalah mendekatkanmu kepada pemilikmu yang sebenarnya. Tugasku bukanlah membuatmu dikagumi orang lain, tapi tugasku sebenarnya adalah membuatmu dicintai Allah, untuk itu aku harus mendekatkanmu kepadaNya….. Inilah usaha terberatku, karena disitu artinya aku harus terlebih dahulu memberikan contoh kepadamu bagaimana mendekatkan diri denganNya. Keinginanku harus sesuai dengan keinginanNya Sang Pemilikmu agar perjalananku untuk mendekatkanmu kepadaNya tak lagi terlalu sulit.

Kemudian, kitapun memulai perjalanan itu berdua bergandengan dengan ibumu, tak pernah engkau kami biarkan tersandung kerikil tajam, terperosok kelembah hitam. Kugenggam jemarimu kupeluk jiwamu, agar dapat kau rasakan hangatnya perjalanan rohani ini. Saat engkau mengeluh letih berjalan, kutarik engkau dengan belaian sayang karena kita memang tak boleh berhenti. Perjalanan mendekat denganNya tak kenal letih tak kenal berhenti. Berhenti berarti mati mata hati. Inilah kata-kataku……. Acap kali kubelai kupeluk dan kuusap air matamu ketika engkau hampir putus asa.

Akhirnya nak….., kalau nanti…… , ketika semua manusia dikumpulkan dihadapanNya di padang mahsyar, kudapati jarakku amat jauh dariNya, aku ikhlas, aku rela dan aku ridho, karena seperti itulah aku di dunia. Tapi kalau boleh aku berharap…… aku ingin melihatmu disaat itu engkau berada dalam pelukanNya dekat sekali dengan Kasih dan CintaNya.

Bangga aku, aku bangga, karena itulah bukti bahwa engkau yang dititipkan kepadaku telah dapat pula aku kembalikan kepada PemilikNya Allah Rabbul ‘Alamin.

Kuberharap do’aku didengar olehNya… semoga…
Amiin…

Categories: sierikdanrealita | Leave a comment

Stop Using Autism on our jokes…(BB USERS..READ THIS)

Autism is about having a pure heart and being very sensitive… It is about finding a way to survive in an overwhelming, confusing world… It is about developing differently, in a different pace and with different leaps

Siang itu aku sibuk membaca buku resep makanan khusus untuk anak autistik. Ya, Anakku memang tidak bisa makan sembarang makanan. Salah-salah… anakku bisa berputar-putar seperti gasing jika ada zat dalam makananya yang tidak cocok untuk dikonsumsi oleh anakku.

Ditangan sebelah kiri, ada buku Food diary anakku… yang aku tulis sejak pertama kali dia kuperkenalkan pada makanan padat… berisi apa saja yang dia cocok untuk tubuhnya,… reaksi alergynya dan mana saja makanan yang tidak cocok dan menyebabkan dia overwhelmed. Kebayang gak?…Di usia 4 bulan misalnya, kuberikan jeruk bayi pada anakku,… Eh, gak lama kemudian dia muntah dan seluruh tubuhnya seperti dipenuhi… ULAT BULU… hiiii…

Pernah aku beri dia tomat. Tapi kemudian, berhari-hari dia diare dan uring-uringan. Kuberi dia susu instant,… anakku malah jingkrak2, Mengepak-ngepakkan tangannya, persis seperti orang gila!!! Dia berputar-putar tanpa merasa lelah,… dan kemudian mengamuk ketika tidak mengerti bagaimana cara mengendalikan tubuhnya yang tidak mau diam.

Ahhh, sudahlah… life must go on anyway. Kulirik sekali lagi food diarynya… hmm, hari ini aku harus mencoba memberinya 5ml putih telur tanpa kuningnya, karena 7 hari yg lalu, dia sudah sedikit kebal ketika kukenalkan pada telur ayam ini. Baru saja hendak memasak, tiba2 kudengar jeritannya…Kucari anakku, tapi tidak kutemukan.

Aku keruang setrika… dan disana kutemukan anakku sedang nangkring diatas lemari, dengan setrika panas yang baru saja dicabut oleh BS-nya karena kupanggil untuk membantuku memasak. Setrika panas ini masih nempel diatas punggung tangan kirinya.!!!

Oh… My… God!!! *panik*

Dari punggung tangannya mengepul asap. Bau daging panggang begitu segar menempel dihidungku. Kuangkat setrika itu dari tangannya… dan, aduh Tuhan, aku tidak kuat melihatnya. Sebagian dagingnya menempel dibalik gosokan panas itu… ( ( (

AAAAAARRRRGGGHHHH…

Sumpah kalau saja ini bukan anakku,… Aku pasti sudah mati berdiri karena ketakutan… Melihat daging dari punggung tangannya, yang menempel pada setrika itu… itu sudah berubah menjadi putih kekuningan… Dan luka di tangannya… juga sudah berubah menjadi putih seperti daging ayam matang (

Aku menjerit sekencang-kencangny a… Kupanggil Baby sitternya yang tadi aku suruh untuk membantuku didapur… lalu dengan kesetanan, ku kebut mobilku ke UGD Rumah Sakit, untuk dirawat secara intensif. Begitu anakku segera tertangani… tiba2 aku kehilangan seluruh tenagaku.

AKU PINGSAN!!!

* * *

Hari itu, lagi-lagi aku sedang mempersiapkan makanannya. Memang, Khusus untuk makanannya, aku memutuskan untuk memasak sendiri, karena hanya aku yang tahu berapa gram atau mililiter… porsi makanan yang masih bisa ditoleransi oleh tubuh anakku.

Sedang membersihkan kompor yang kecipratan makanan… tiba-tiba, lagi-lagi kudengar bunyi benda jatuh. GEDEBUK!!!…Buru-buru kucari sumber suara itu, memastikan bahwa itu bukan anakku…
Damn. Oh Tuhan… lagi-lagi anakku, dia baru saja terjatuh dan sepertinya kepalanya terantuk pada pinggir tembok, sehingga kepala sobek dan berdarah. Dia masih berusaha berdiri, meskipun sempoyongan…. Dan sambil berjalan, dial menggaruk luka di kepalanya yang bocor… Sementara darahnya terus aja mengucur deras, tepat di belakang otak kecilnya.

Tangannya berlumuran darah… Punggung bajunya pun juga sudah berubah menjadi merah oleh darah. Tapi dia tidak menangis… Dia hanya berjalan sambil menggaruk luka menganga yang ada dibelakang kepalanya. Aku menjeritttt sekuat2nya. Kepalanya kututupi dengan lap kompor yang tadi aku pegang.

Tapi itupun gak lama… karena dalam sekejap, lap kompor itu sudah berubah menjadi merah kehitaman. Aku berteriak panik,… “mbak, minta handuk… handuk…CEPATTTT!!!” Dan lagi2 kukebut mobilku ke rumah sakit, langsung menuju UGD. Disana, dokter yang sudah terbiasa menangani anakku sudah siap menunggu dan segera menjahit kepala anakku.

Dia tidak menangis… hanya minta sesuatu yang bulat untuk dia pegang. Dan setelah dijahit dengan 8 (delapan) jahitan… Hatikupun sedikit lega. Seluruh persendianku serasa dicopot dari tubuhku, dan tanpa sadar…Lagi-lagi aku…PINGSAN..

* * *

Terlalu banyak cerita haru dan berurai airmata yang kami harus jalani. Berkali-kali jantung kami harus terpacu 100x lipat manakala mereka melakukan hal-hal yang tanpa mereka sadari mencelakai diri mereka sendiri.

Tapi ini bukan keluhan kok,… karena saya selalu sadar…. Tuhan itu ARSITEK YANG AGUNG. Karyanya tidak pernah gagal. Tidak satupun makluk yang diciptakannya, yang merupakan produk gagal Jadi ketika dia menciptakan seorang bayi yang memiliki kekurangan, dia tidak pernah lupa untuk menitipkan KELEBIHAN pada anak ini.

So, buat semua orang tua, berhentilah mengeluhkan kekurangan anak kita… mari bantu mereka untuk menemukan kelebihan mareka. Anakku memang Autistik, tapi aku bangga setiap kali menceritakan bahwa anakku autis. Aku bangga setiap kali menceritakan bagaimana proses menangis berdarah-darah itu, sudah Tuhan rubah menjadi Senyum sukacita dan bangga yang luar biasa.

Selalu ada haru yang menyesakkan dadaku, manakala mendengarkan tangan2 mungilnya menari2 dengan lincah diatas tuts2 piano,… mendengarnya bercakap2 dalam bahasa Inggris,… seolah yang kudegar ini adalah anak bule asli… yang nyasar dalam tubuh putriku.

Namun, dibalik itu… Walaupun bangga… selalu tersisa rasa risih dan tidak nyaman, kalau tidak ingin dibilang tersinggung… manakala mendengar orang-orang bercanda dengan menggunakan kata “Autis”.
Minggu yang lalu sahabat saya menyelenggarakan pesta ultah disebuah resto terkenal, salah satu teman kami, sibuk dengan BB-nya, sehingga teman yang lain menegur begini…

“Tuh,… liat tuh sill… autis banget khan dia…? KAYAK ANAK LOE khan?… Loe marahin deh Sil… marahin Sil… Coba loe terapi dulu nih dia,… biar sembuh kayak anak loe”

Dan semua lalu tertawa terbahak-bahak…

Saya??? hmmm… Cuma bisa senyum kecut, karena tidak ingin merusak suasana Pesta Ulang Tahun sahabat saya… *doh*

Well, saya tahu mereka hanya bercanda, namun biar bagaimanapun,… Saya sudah merasakan dan tahu betul sulitnya membesarkan anak autistik.

Semoga artikel ini semakin mencerahkan teman-teman mengapa orang sepertinya terlalu over campaign dengan gerakan “Stop Using Autism on our daily jokes” ini. Semoga berkenan.

=Written by A mother of an Authistic Child=

Categories: celotehsierik, sierikdanrealita | Leave a comment

CHELSEA FC “CHANT!!!”

<div class="wp-caption alignnone" style="width: 465px"west london blue

west london blue

One man went to mow,
Went to mow a meadow,
MEADOW !
One man and his dog,
SPOT !
Went to mow a meadow,

Two men went to mow,
Went to mow a meadow,
MEADOW !
Two men, one man and his dog,
SPOT !
Went to mow a meadow,

Three men went to mow,
Went to mow a meadow,
MEADOW !
Three men, two men, one man and his dog,
SPOT !
Went to mow a meadow,

Four men went to mow,
Went to mow a meadow,
MEADOW !
Four men, three men, two men, one man and his dog,
SPOT !
Went to mow a meadow,

Five men went to mow,
Went to mow a meadow,
MEADOW !
Five men, four men, three men, two men, one man and his dog,
SPOT !
Went to mow a meadow,

Six men went to mow,
Went to mow a meadow,
MEADOW !
Six men, five men, four men, three men, two men,
one man and his dog,
SPOT !
Went to mow a meadow,

Seven men went to mow,
Went to mow a meadow,
MEADOW !
Seven men, six men, five men, four men, three men,
two men, one man and his dog,
SPOT !
Went to mow a meadow,

Eight men went to mow,
Went to mow a meadow,
MEADOW !
Eight men, seven men, six men, five men, four men,
three men, two men, one man and his dog,
SPOT !
Went to mow a meadow,

Nine men went to mow,
Went to mow a meadow,
MEADOW !
Nine men, eight men, seven men, six men, five men,
four men, three men, two men, one man and his dog,
SPOT !
Went to mow a meadow,

Ten men went to mow,
Went to mow a meadow,
MEADOW !
Ten men, nine men, eight men, seven men, six men,
five men, four men, three men, two men, one man and his dog,
SPOT !
Went to mow a meadow,

Chelsea!, Chelsea!

Where ever they go we’ll follow our team,
For we are the Chelsea and we are supreme,
We’ll never be mastered by no northern bastards,
And we’ll keep the blue flag flying high,
Flying high, up in the sky,
We’ll keep the blue flag flying high
From Stamford Bridge to Wemb(er)ley
We’ll keep the blue flag flying high

Celery, Celery
If she don’t come,
I’ll tickle her bum
with a lump of celery

Carefree, wherever we may be
We are the famous CFC
And we don’t give a fuck
Whoever you may be
‘Cos we are the famous CFC

We will follow the Chelsea
Over land and sea – And Leicester!
We will follow the Chelsea
onnnntooo vi-ic-toreee
We will follow the Chelsea
Over land and sea – And Leicester!
We will follow the Chelsea
onnnntooo vi-ic-toreee

Blue is the colour, football is the game
We’re all together, and winning is our aim
So cheer us on through the sun and rain
’cause Chelsea, Chelsea is our name
Here at the Bridge whether rain or fine
We can shine all the time
Home or away, come and see us play
You’re welcome any day
Blue is the colour, football is the game
We’re all together, and winning is our aim
So cheer us on through the sun and rain
’cause Chelsea, Chelsea is our name

Come to the Shed and we’ll welcome you
Wear your blue and see us through
Sing loud and clear until the game is done
Sing Chelsea everyone.

You are my Chelsea, my only Chelsea
You make me happy when skies are grey
I never noticed how much I loved you
Until you’ve taken my Chelsea away
La, la, la, la, la…

He’s Here He’s There He’s Every Fucking Where,
FRANK LEBEOUF, FRANK LEBEOUF,

He comes from the Ivory Coast
Kalou! Kalou!
He don’t do coke like Adrian
Mutu! Mutu!
He came in on the left
He put it right on Riise’s head
That’s why we love
Saloman Kalou!

Who’s that team they call the Chelsea
Who’s that team we all adore
We’re the boys in blue and white and we fight with all our might
And we’re out to show the world the way to score
Bring on Tottenham or The Arsenal
Bring on Scousers by the score
Barcelona, Real Madrid, Tottenham are a load of y***
And we’re out to show the world the way to score

And it’s super Chelsea
Super Chelsea f.c.
We’re by far the greatest team…
The world has ever seen

“You came all this way and lost.”
(against Manchester United)

You can stick George Graham up your arse
You can stick George Graham up your arse
You can stick George Graham, stick George Graham
Stick George Graham up your arse!!

“What’s it like to be outclassed?”
“Can we play you every week”
(against Middlesboro)

You’re French and you know you are
You’re French and you know you are
You’re French and you know you are
(against FC Brugge)

Come along, come along
Come along and sing this song
We’re the boys in blue
In Division Two
But we won’t be staying long

We’re the middle were the middle were the middle of the shed
We’re the white wall were the white wall were the white wall of the shed
We’re the middle were the middle were the middle of the shed
We’re the west side were the west side were the west side of the shed
We’re the middle were the middle were the shed
We’re the shed end were the shed end were the shed end of Stamford bridge.

Benches give us a song
Benches benchs give us a song!

‘Your going home in a combine harvester’
(against Bristol City)

Fuck em all, fuck em all,
Man U, West Ham Liverpool,
Coz we are the Chelsea and we are the best,
We are the Chelsea so Fuck all the rest

My old man said be a Chelsea fan
And don’t dilly-dally on the way
We’ll take the Tottenham in half a minute
We’ll take the North Bank and all that’s in it
With hatchets and hammers
Carving knifes and spanners
We’ll show those West Ham bastards how to fight
If you can’t take the North bank in half a minute
You can’t be a Chelsea fan

My old man said be a Tottenham fan
I said fuck off, bollocks, you’re a cunt
We’ll take the North stand in half a minute
We’ll take the South End and all that’s in it
With hatchets and hammers
Carving knives and spanners
We’ll show them Tottenham bastards what to do
You’ll be dead in a minute, if your hearts not in it
And you’re not wearing the blue

The famous Tottenham Hotspur went to Rome to see The Pope
The famous Tottenham Hotspur went to Rome to see The Pope
The famous Tottenham Hotspur went to Rome to see The Pope
And this is what he said:
Fuck off!!!

Who’s that team they call the Chelsea
Who’s that team we all adore
We’re the boys in blue and white and we fight with all our might
And we’re out to show the world the way to score
Bring on Tottenham or The Arsenal
Bring on Scousers by the score
Barcelona, Real Madrid, Tottenham are a load of yids
And we’re out to show the world the way to score

If you’re standing
On a corner
With a red scarf
Round your neck
Chelsea boys
Will come and get ya
And we’ll break
Your fucking neck
La la la la
La la la la
La la la la
La la la

Chim chimeny, chim chimeny, chim chim chereu
We hate those bastards in claret and blue

He’s Marcel Desailly
He’s Marcel Desailly
He’s hard as fuck, he is the rock
He’s Marcel Desailly

GIAN-FRANCO ZOLA
La, la, la, la, la la
Gianfranco Zola
La, la, la, la, la la
Gianfranco Zola
La-la-la-la-la-la

Live round the corner,
you only live round the corner
(To Manchester United fans)

You’re Welsh and you know you are
(To Shrewsbury fans)

He’s only a poor little yiddo
He stands at the back of the shelf
He goes to the bar, to get a lager
And only buys one for himself
He’s only a poor little yiddo. YIDDO!

Debt free, wherever you may be
We’re gonna buy everyone we see
Cos we don’t give a fuck about the transfer fee
Cos we are the wealthy CFC!

GEREMI! GEREMI!
If she don’t come I’ll tickle her bum with a length of Geremi!’

At the Chelsea shed, born was a star
Scoring goals past Pat Jennings from near and from far
And Chelsea won, we all knew they would
And the star of that great team was Peter Osgood
Osgood, Osgood, OSGOOD, OSGOOD
Born is the king of stamford bridge
Osgood Osgood, OSGOOD OSGOOD
Born is the king of stamford bridge

It was in the town of Wolverhampton
Where most of the fighting was done
And a loyal young Chelsea supporter was shot by a Wolverhampton gun
As he lay on the terraces dying, blood rushing out of his head
As he lay on the terraces dying. He turned to his comrades and said:
GET INTO THEM! GET INTO THEM! GET INTO THEM!

Chelsea celebrate Munich 58

12 went up, 7 died, now Man U play 5-a-side

We hate Nottingham Forest
We hate Arsenal too
We hate West Ham United
But Chelsea we love you

Q P har har har har har har har har har har har har har

Small tean in Fulham!
We’re just a small team in Fulham!
Small tean in Fulham!
We’re just a small team in Fulham!

One maka two maka 3 Makalele
4 maka, 5 maka, 6 Makalele
7 maka, 8 maka, 9 Makalele CLAAAAAUDE MAKALELE!

HELLO HELLO!
Chelsea AGGRO
Chelsea AGGRO
HELLO HELLO!

HELLO! HELLO! We are the Chelsea boys
HELLO! HELLO! We are the Chelsea boys
And if you are a Tottenham fan surrender or you’ll die
We all follow the Chelsea

We all hate Leeds and Leeds and Leeds
Leeds and Leeds, Leeds and Leeds
We all hate Leeds and Leeds and Leeds
We all fucking hate Leeds

We are the famous, the famous Chelsea!
We are the famous, the famous Chelsea!

His name is Tommy Baldwin and he’s the leader of the team.
What team? The finest football team, the world has ever seen.
Weee’re the Fulham road supporters and we’re louder than the kop.
What kop? And if you want to argue, we’ll kill the fucking lot!

If we see you on a corner with a red-scarf round your neck
Chelsea boys will come and get you and we’ll break your fucking legs

Tottenham fan. He is dead. Escalator on his head

Chelsea sing, Chelsea fight
Chelsea set the train alight!

Adolf Hitler he’s not dead
He’s the leader of our shed!

We are mental in the head
We’re the north stand, not the shed!

We’re the north stand
We’re the north stand
We’re the north stand
Stamford bridge!’

Always check on the runway for ice

If I had the wings of a sparrow, and the arse, of a dirty old crow
I’d fly over tottenham tomorrow. And shit on those bastards below
Shit on, shit on. I’d shit on those bastards below, BELOW!
Shit on, shit on, i’d shit on those bastards below, BELOW!

My old man said to be a tottenham fan
I said fuck off bollocks you’re a cunt!

When Hickeys coach comes over the hill hurrah, hurrah
When Hickeys coach comes over the hill hurrah, hurrah
When Hickeys coach comes over the hill and there’s 52 geezers ready to girl
And we’re all going into their end just to dish out some pain

Who are QPR say who are QPR?

You are a scouser, an ugly scouser
Wou’re only happy, on giro day
Your mums out stealing, your dads out dealing
Oh please dont take my, hubcaps away

Feed a scouser
Let them know its christmas time

I’m forever blowing bubbles
Pretty bubbles in the air
They fly so high they reach the sky
But like West Ham they fade and die
Tottenham always running, Arsenal running too
We are the helsea boot boys and we’re running after you

Chelsea Chelsea RUN!
Chelsea Chelsea RUN!
Chelsea RUN from NO-ONE!

Chelsea Boys Chelsea Boys
Laced up boots and corduroys

Rangers boys Rangers boys
Make more noise with Tonka toys

Tottenham Boys Tottenham Boys
No pork pies or saveloys!

Oh Fulham broadway
It’s a long way to run
A long way to run, a long way to run

Super, Super Frank
Super Super Frank
Super Super Frank
Super Franky Lampard

He’s here, he’s there
He’s every fucking where Joey Cole, Joey Cole

In your Liverpool slums
You search through the dustbin for something to eat
You find a dead rat and you think its a treat
In your Liverpool slums, in your Liverpool slums
Your mums on the game and your dads in the nick
You can’t get a job cos your so fucking thick
In your Liverpool slums, in your Liverpool slums
There’s piss on the pavement and shit on the path
you finger your grandma and think it’s a laugh
In your Liverpool slums, in your Liverpool slums

We’re the best behaved supporters in the land
We’re the best behaved supporters in the land
We’re the best behaved supporters, best behaved supporters
Best behaved supporters in the land WHEN WE WIN!
We’re a right bunch of bastards when we lose
We’re a right bunch of bastards when we lose
We’re a right bunch of bastards, right bunch of bastards
Right bunch of bastards when we lose

Come along, come along
Come along and sing this song
We’re the boys in blue from division 2
But we won’t be here for long

When Wise went up
To lift the FA cup
We were there, we were there!

Categories: sieriksukachelsea | Leave a comment

EL MAESTRO

<div class="wp-caption alignnone" style="width: 288px"Antonio Blanco

Antonio Blanco

SINGKAT

Waktu itu menunjukkan pukul 13.27 WITA.
Sebuah bangunan artistik yg dikenal sebagai Museum.
Didedikasikan untuk menghormati sosok serta karya dari ANTONIO BLANCO.
Seorang pelukis kelahiran Filipina berdarah Spanyol, yang memutuskan untuk menetap di Bali.
Pulau seribu Pura. Pulau para Dewata.
OK, gw sama sekali bukan bermaksud untuk menceritakan Seniman yang lahir pada 15 September 1911 ini, atau menceritakan tentang karya-karyanya.
Well, gw berbohong. Sedikit.
Ketika menyusuri canvas demi canvas,dari title plate ke title plate yg lainnya, dari satu pigura ke pigura berikutnya, mata gw menyapu seluruh juru ruangan.
Bangunan 3 lantai ini terisi kira-kira 200 lebih karya dari sang mendiang. Lukisan surreelism. Absurd. Nudity. Dada wanita.

Mata gw tertuju pada sebuah frame berwarna hijau. lukisan dari portret diri dari sang pelukis itu sendiri.
Potret ketika kira2 beliau di saat umur mudanya.
Lukisan itu tampak jelas bahwa sang pelukis memang benar2 di saat muda.

Gw pun sok tahu dengan bergumam ” paling juga judulnya SELFTITLE atau apalah yang menunjukkan kenarsisannya. Tapi kemudian gw terkesima dengan judulnya.
EL MAESTRO, sang maestro.
Tidak, ini bukan narsis, ini rasa percaya diri.
CONFIDENCE.
Di saat umur yang begitu muda, beliau memutuskan untuk menamai portret dirinya dengan judul tersebut. Gegabah? Tidak!
Ini…
CONFIDENCE.
Darimana rasa percaya diri yg amat tinggi itu datangnya?
Apakah sebegitu yakinkah dia terhadap masa depannya?

PERCAYA
Rasa percaya diri orang berbeda2, ada yang kuat, ada yg lemah.
Yang kuat dbagi menjadi beberapa tahapan.
Percaya diri tahap wajar, optimis, gegabah dan nekat.
Sedangkan yang lemah, pesimistis, skeptis.
(hey,ini postingan gw,terserah gw mo masukin kata ini atau ngga:P).

Percaya diri dan sombong hanya dipisahkan dengan sekat tipis. Kemampuan seseorang lah yang membuat setiap persona merasa percaya diri bahkan sombong.
Gw yakin, setiap orang memiliki bakat dan kemampuan serta keahlian masing-masing. Baik yg telah disadari, maupun yang masih kaku terpendam.
Ayoo, kita gali potensi diri.
Kalian para atlit, seniman, semua manusia, kalian mampu, kalian bisa, kalian hebat!

Gwpun akan mencoba!
Gwpun mau mencoba!
Gwpun harus mencoba!

Kalian ?

Categories: sierikdanrealita | Leave a comment

SAYA CINTA BASKET INDONESIA

<div class="wp-caption alignnone" style="width: 598px"Season 1996-1997

Season 1996-1997

Terkadang gw suka ngerasa miris kalo mau ngangkat topik pembicaraan tentang perbasketan tanah air di sela-sela obrolan bersama teman. Rata-rata mereka sedikit malas, ataupun dengan alasan udah ga update lagi, hanya angkatan-angkatan lamanya saja yang mereka tau, itupun sudah pensiun.

Gw cuman bisa mencibir, cinta mereka terhadap basket sangat dangkal.

Ok, apa gw terlalu freak, dengan menghabiskan masa-masa remaja gw dengan menghapal para pemain basket, baik itu lokal, ataupun NBA. Tapi gw rasa ga berlebihan. Ini bentuk kecintaan gw terhadap basket.
Alih-alih bisa berdiskusi atau sekedar berbincang, gw cuman bisa nyampah di situs jejaring sosial seperti twitter karena kurangnya teman bertukar pikiran dalam topik yang sama.

Besar harapan gw kalo suatu saat terdengar obrolan-obrolan ringan seputar NBL ( National Basketball League ), di sudut-sudut cafe, perdebatan seru di halte busway tentang perpindahan pemain, dan lain lain.

Gw yakin, cita-cita gw bukan cuman isapan jempol biasa. Ya, gw punya sebuah ide ( kalo boleh dibilang sih ” IDE GILA ”😛 ). Here’s the deal…

Mungkin sebagian dari kita ada yang masih ingat kalo gw nyebut nama PANINI. Mungkin sebagian dari kita juga ada yang terkena demam mengumpulkan stiker pemain-pemain NBA untuk melengkapi album collectionnya di masa waktu 1993 hingga 1995 ( 2 musim kompetisi ).
Ya, PANINI yang itu.

Mungkinkah ide ini diadopsi oleh pengurus-pengurus NBL bagian promosi? Sini gw bisikin … ” Kenapa engga’ ?
Dengan pangsa pasar anak SD hingga SMA, dan ( mungkin ) ditambah iming-iming hadiah, bukan tidak mungkin semakin banyak adik-adik kita yang mengenal roster, cadangan, statistik, dari para pesohor basket tanah air. Para pengumpul stiker ini mungkin awalnya hanya diawali oleh pecinta basket saja, tapi kita tidak pernah tau seberapa hebat kekuatan ” demam “. Gw akui, dulu lebih menyukai sepakbola dan renang. Ketika itu gw ngeliat teman-teman bertukar stiker, yang lama lama bikin gw penasaran sampai akhirnya gw ikut ngumpulin. Dan akhirnya, selain kebanggaan karena berhasil melengkapi seluruh slot stiker ( Damn, gw bener-bener ngarepin dapet hadiah sepatu Nike-nya Charles Barkley :p ), gw jadi hapal semua pemain NBA. Bukan sekedar Michael Jordan saja, tapi hingga siapa itu Scott Skiles, Popeye Jones, Jamal Mashburn, gw bisa nyebutin statistiknya. Gw kenal, makanya gw sayang. Dan akhirnya gw berani bilang, sekarang gw LEBIH basket daripada temen gw yang dulu ikut ekskul basket. Gw yakin, adik-adik kecil yang sekarang sudah suka basket, dengan adanya IDE GILA gw, mereka bisa memberi efek pada teman lainnya yang belum suka, dan bukan tidak mungkin banyak ” GW ” yang baru :p.

PANINI NBL 2010-2011. Wuidiiiih, merinding gw dengernya. Ngebayangin di lembar tim Garuda, adik-adik kecil kita nempelin stiker Andre Tiara, atau siapapun jagoan mereka masing-masing. Dan mereka mulai bertukar informasi tentang seputar pemain dll. Mereka kenal, mereka sayang. Bukan saja pemain yang terkenal yang jadi idola. Seperti gw yang memilih Reggie Miller sebagai idola daripada Michael Jordan. Di era keemasan Romy Chandra dan Antonius Djoko, gw milih Suko Daryono jadi jagoan gw. Begitu juga ketika semua mata tertuju pada kehebatan si lokomotif Lolik, gw lebih menyenangi perkembangan pemain muda Andi Poedjakesuma yang lebih dikenal dengan Andi Batam dan dengan yakin gw berani memprediksi bahwa dia akan ” berbicara ” banyak di perbasketan tanah air.
Hey, udah gw bilang kan sebelomnya, ini hanya sebuah ide gila? :p.

Oke kembali ke ide gila ini, untuk hadiah, memang PS3 jauh lebih menggiurkan, tapi gw lebih suka jika pemilihan hadiah oleh panitia tertuju pada “kebanggaan”. Sebutlah jersey dengan tandatangan, tiket terusan satu tahun kompetisi, sepatu Basket, bola basket, dll. Tepat sasaran.
Sekali lagi, ini ide gila gw :p.

Kepada pengurus NBL, gw menaruh harapan besar dipundak kalian, dan gw yakin, kalian punya program-langkah-rencana besar untuk memasarkan NBL dengan cara yang ” sedikit lebih wajar ” daripada ide gila gw. Tapi gw yakin, kita satu visi dan misi. Membayangkan ketika mereka-mereka ( generasi muda basket Indonesia ) ini beranjak dewasa, ngobrol di cafe-cafe, di sudut kantin sekolah, di dalam angkot,tentang dunia basket.
Mereka kenal, maka mereka sayang, tentang dunia basket.
BASKET TANAH AIR.
INDONESIA.

Satukan langkah, rapatkan barisan,
Jayalah Basket Indonesia.

( didedikasikan untuk ” ring basket ” Mesjid Ar-Rahman Komplek Guruminda Bandung yang menjadi lembaran awal di kehidupan basket gw.😀 )

Categories: celotehsierik, sieriksukabasket | 4 Comments

TEMAN

Malem itu gw bbman sama a good old buddy!
my fifth man on the court!
the center!
ikin, temen smp, temen basket, temen nyela orang, yang sekarang pindah ke pulau Sumatra, provinsi Riau, Pekanbaru, kota sepanas Jakarta, kota yang membuat kita berpikir 2 kali untuk handukan setelah mandi karena pasti keringetan lagi!
Kita ngobrol tentang shits and stuffs…
No, gw bukan mau bahas dia, I’m gonna talk about a true friend, a real deal friend.
Yepp, apapun yg kita kerjain, apapun keadaan kita, apapun hasilnya, mereka seolah punya batasan sampai mana harus ngasitau atau sekedar ngingetin.
Mereka jarang berdiri di depan. Karena yang berdiri di depan itu biasanya musuh, well terkadang mereka ada waktunya ada di depan kita hanya sekedar untuk membenarkan letak perisai kita, merapikan baju zirah kita. Kembali mereka di samping kita. Tidak perlu erat, tidak perlu lekat, cukup saja!.
Beberapa di antara mereka ada yg mencegah kita jatuh, beberapa ada yg meminjamkan tangan untuk membantu kita berdiri sesaat setelah kita jatuh dan terpuruk. Terkadang merekapun berada di belakang kita, disaat nyali kita meleleh melihat gegap gempita nya derap langkah musuh, hanya untuk mendorong kita, membisikkan kata semangat di telinga kita.

A true friend tidak pernah memilih momen untuk berjumpa.
A true friend tidak butuh memilih alasan untuk menyapa.

(*kin,selamat menempuh hidup baru!sorry gw ga bisa dateng pas lo kawin:D) <div class="wp-caption alignnone" style="width: 1610px"saparua - every tuesday - it's showtime

saparua – every tuesday – it’s showtime

Categories: sierikdanrealita | Leave a comment

ADIK-ADIK KITA : GENERASI RAWAN!

Posted on by erikbukanerick

Angsana, Rumbai, Caltex Camp

Angsana, Rumbai, Caltex Camp

A. PAGI YANG MENGGELITIK

Pancasila…Satu…Kemanusiaan yang adil dan beradab…

Sama kaya kalian, gw juga kaget. Anak kelas 4 SD, gw ulang lagi, anak kelas 4 SD, dengan lantangnya menyebutkan isi sila pertama dari Pancasila dan salah. Anak ini bukan sedang dites lisan di depan kelasnya, ataupun lagi ngobrol sama temen sekelasnya.
Tapi ini di acara kuis yg disiarkan oleh salah satu stasiun TV swasta.
Saya yakin, orangtua, guru, keluarga, teman, bahkan beribu pasang mata menyaksikannya.

B. GENERASI MUDA BANGSA
Berjuta-juta pertanyaan yang diawali dengan kata tanya-Kenapa-.Kenapa ini bisa terjadi, kenapa si anak kecil itu malah nyebutin isi sila ke 2, kenapa, kenapa dan kenapa.

1. Public Speaking
Pernah ga kalian ngeliat anak bule diwawancara sama reporter. Ketika ditanya, let say, tentang isi kebun binatang, kenapa dia suka kesana, dan lain-lain, dia menjawab semua itu dengan tidak singkat, bukan jawaban berupa “iya” dan “tidak”. Mereka sudah memiliki pola kalimat sejak dini. Jadi ketika bertemu kamera, merekapun terbiasa dengan jawaban “Saya suka ke kebun binatang KARENA …bla bla bla”. Bandingkan dengan adik-adik kita yang ketika diwawancara nampak seperti didikite, dengan tatapan ketakutan, gugup, dan pasif. Ketika wawancara, sering kita temuin percakapan seperti ini. “Adek, adek SUKA ke kebun binatang?”, dijawab “SUKA”. “Kenapa?”(Sampai sini gw masih berharap adik kecil itu berkreasi dengan kata-kata). “…..”,dia tidak menjawab. Reporter pun menolongnya dengan contekan “Suka binatangnya YA?”, akhirnya dia menjawab “IYA”. Pesan (yang mungkin) tersembunyi apa yg didapat oleh bocah-bocah lainnya yg menyaksikannya di rumah? Rasa gugup di depan kamera. So, mungkin sedikit wajar ketika tau seluruh moncong kamera menghadap ke arahnya, seluruh mata melihatnya, dan di sini gw masih berbaik sangka bahwa sebenernya dia tau jawabannya, hanya saja dia gugup.
Gimana caranya buat ngelatih adek-adek kita buat lancar ngomong di depan orang-orang, kamera, atau sesuatu dalam bentuk formil?

2. Salah siapa hayoooo?
Ok,tadi gw masih berbaik sangka, tapi gimana kalo itu anak bener-bener ga tau? Salah siapa?
Guru? Aah, gw yakin mereka udah ngajarin dan nyuruh ngapalin, nanti dites, dikasi nilai. Tapi ya sampe situ aja. Ga ada aksi lanjutan.
Lalu? Siapa lagi?
Orang tua? Bukannya skeptis, tapi orang tua jaman sekarang makin sibuk. Nyuruh anak belajar. Anak masuk kamar. Percaya, dikira belajar. Pak, Bu, dampingi mereka! Gw pernah baca, seorang ibu baru tau, ternyata anaknya yg udah duduk di kelas 6 SD masih dieja. Ada lagi anak kelas 3 SMA yg ga bisa baca bilangan, dan menyebut RP.10.001.000 dengan “Seribu seribu rupiah”. Miris!
Di masa SD, sekitar kelas 2-3, gw akuin cuman 1 permasalahan/kendala yg gw dapetin tentang Pancasila. Ya, bener. Sila ke-4! Kepanjangan. Susah ngehapalnya. Tapi hanya hitungan menit gw bisa menghapalnya.
Ok, siapa lagi nih yg bisa kita salahin? Si anaknya sendiri juga kenapa ga ngapalin sih? Jaman dulu sih ga terlalu banyak fasilitas yg bikin gw teralihkan dr pelajaran. Jaman sekarang, rental PS di mana-mana, Mall ngejamur, belom bahaya di dalem rumah yaitu TV ( gw heran anak-anak sekarang lebih jago ngikutin cara bicara di sinetron, daripada bahasa Indonesia yg bener! So, kalo kalian punya ponakan yg cara ngomongnya ke-sinetron-sinetron-an, jauhin dari gw, gw ringan tangan untuk hal ini:P )
Buat catatan, waktu gw kecil, tiap malem gw tidur bareng Aki (Kakek; Sunda). Di kamar yg ga terlalu gede itu ada sebuah peta buta Indonesia menempel di dinding, globe usang di meja samping ranjang, dan buku atlas yang sampulnya udah lusuh. Gw baru boleh tidur KALAU: 1. Tepat menebak 3 lokasi yg dipilih secara acak menggunakan jarum dart yg Aki lempar di atas peta buta. 2. Tepat menunjukan letak suatu negara pada globe yang Aki minta, dengan petunjuk yang HANYA berupa bendera ( yang ada di halaman belakang buku atlas ). Jadi gw harus nebak itu bendera apa, dan berada di mana.
Jika benar, gw boleh tidur, tapi sebelomnya, favorit gw nih, Aki bakal bercerita pengantar tidur tentang negara yg tadi udah ditunjuk.
Seandainya setiap anak punya sosok pengajar seperti Aki, gw yakin, Pancasila bukan lagi suatu masalah. Malah dari kecil udah tau apa itu terusan Suez atau terusan Panama, tentang Inca-Maya, tentang Perang Dunia, dll.

Tetapi kita mesti buka mata, dengan kecanggihan Playstation, kemeriahan Mall, kelucuan SpongeBob-Avatar-Naruto di layar TV, sulit ditandingi oleh seonggok buku pelajaran. Adalah tugas kita, Kakak, Guru, Orang tua, dan seluruh elemen yg dilewati phase pertumbuhan adik-adik kecil calon penerus bangsa.
Mereka adalah titipan.
Mereka adalah penerus.
Jika Pancasila saja mereka ga tau, bagaimana mereka memimpin negeri ini nanti!
Ayo belajar,de’!
Ayo membaca,de’!

Selamat Hari Anak Indonesia

Didedikasikan untuk Purn.Ating Suratin (alm)
15-09-1925 – 23-08-2005

Superhero-Guru-“Perpustakaan”-Aki sekaligus sahabat

Nuhun ‘Ki, erik ngintun Al-Fatihah ti dieu!

Categories: celotehsierik | 2 Comments

Blog at WordPress.com.