ANAK INDONESIA ( SUDAH ) PINTAR ( ??? )

<div class="wp-caption alignnone" style="width: 458px"( foto dari : Berita Jakarta )

( foto dari : Berita Jakarta )

” Mari kita sambut … Vierra !!! ” ujar 2 pembawa acara itu secara bersamaan. Tak lama, para personel band pun muncul satu persatu. Seolah dikomandoi, para penonton yang rata-rata duduk di bangku sekolah menengah itu ….

Hooooppp …
Mari kita pause di situ.

Ramainya acara-acara TV yang bertajuk peringkat musik dengan menghadirkan musisi yang sedang naik daun, mungkin menghadirkan keuntungan untuk pihak TV, pembawa acara, dan naiknya rating RBT para musisi tersebut.
Tapi dibalik itu semua, ada satu sisi ( yang menurut gw ) gelap.
Bukan! Bukan artinya acara TV jadi monoton itu-itu aja.
Tapi penontonnya.
Kenapa penontonnya? Bukannya mereka pastinya senang bisa ketemu sama artis-artis pujaannya?
Bukan itu.
Coba kita perhatiin, berapa sih umur anak-anak itu? Paling juga umur belasan. Ring a bell ?

Ya, anak sekolah! Di jam sekolah! Tidak berada di sekolah!

Terlepas dari bukti bahwa ( mungkin ) mereka sekolah siang, well setidaknya bukankah mereka seharusnya bersiap diri sebelum berangkat sekolah? Sedikit membuka-buka buku pelajaran? Mempersiapkan PR atau tugas? Atau mungkin membantu orang tua di rumah sebelum pergi sekolah?

Sekarang mari kita kembali ke layar kaca, lihatlah mereka! Buat gw, mereka tampak dungu dengan gerakan konyol yang serempak. Dengan ” kostum “ bodoh yang menurut mereka paling keren sedunia! Bukankah di balik gerakan dan pakaian itu jelas terlihat wajah-wajah yang ( sebenarnya ) lugu. Yang mungkin lebih pantas memakai baju seragam sekolah.
Seharusnya mereka berada di kelas!
Belajar!
Bukan senam tolol!

Ok, itu di waktu pagi hari, bagaimana dengan siang hari?
Acara-acara seperti kuis menebak lirik, talkshow remaja, dan lain sebagainya. Yang ( lagi-lagi ) melibatkan anak sekolah sebagai penonton.
Hey, bukankah seharusnya kalian mengulang kembali pelajaran tadi di rumah? Atau mungkin lebih baik kalian tidur siang, supaya nanti malam kalian bisa belajar atau menyiapkan PR? Dan buat yang tadi dengan alasan sekolah siang, sekarang apa alasannya?

Untuk malam hari, gw sedikit kaget waktu seorang pemain dari sebuah acara komedi dengan bangga mengumumkan bahwa penontonnya adalah rombongan dari salah satu sekolah menengah kota Bandung, dan sebuah acara talkshow yang kedatangan penonton dari sekolah menengah kejuruan Jakarta.
Kapan kalian belajar, dik?!
Apalagi yang jauh-jauh datang ke stasiun di Jakarta dari luar kota. Kapan kalian istirahat? Sudahkah membuat PR? Besok kalian sekolah!

* inhale … exhale … goosfrabaaaaa … zen! *

Siapa sih yang salah?
Apa yang salah?

Hey, para pekerja pertelevisian Indonesia, dengan acara yang jauh lebih mendidik, gw rasa, bukan berarti kalian akan kehilangan rating! Apalah artinya rating jika negara kita semakin bodoh! ( Hoy, ini juga berlaku buat lo, sinetron )
Pemerintah, ah, mungkin gw sedikit pasrah untuk minta bantuan dari mereka. Bukannya skeptis, tapi melihat kinerja para wakil rakyat yang kerjaannya tidur atau titip absen, gw rasa argumen gw cukup beralasan.
Buat para guru, perbekal diri kalian dengan lebih hebat lagi. Supaya anak-anak betah belajar. Ah, gaji kecil jangan dijadikan alasan. Gaji kecil itu hanyalah permainan mereka yang duduk ongkang-ongkang kaki. Tai Kucing!. Sudahlah, ini perjuangan kalian untuk memperpandai bangsa. Gaji boleh kecil, bos! Tapi kalau kalian ikhlas, Gw yang berani tarohan, Surga lah gaji kalian nanti! Pasti!

Ah sudahlah! Gw bukan orang hebat ko. Gw cuman sok jagoan. Gw juga sebenernya ga tau harus gimana. Bukan menggurui, karena gw juga ga pinter2 amat.
Tapi, buat adik-adik sekolah yang rajin nongol di TV, tolonglah ‘dik! Pas nanti gw mulai tua, mungkin salah satu dari kalian yang jadi presiden nanti.
Apa? Amin?
Ngga’ cukup kalo cuman ” Amin ” doang! Kalian harus belajar! Pintar!
Jangankan jadi presiden, bisa lulus sekolah aja kalian udah sukur kalo kerjaan tiap hari cuman nonton itu-itu lagi.

Ayo anak Indonesia! Pintarlah kalian!

Demi Indonesia yang PINTAR!

About these ads
Categories: celotehsierik, sierikdanrealita | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: